Kulit Anak Terbakar Sinar Matahari? Lakukan Hal Ini untuk Mencegahnya!

Liburan bersama keluarga kini menjadi salah satu cara untuk melepas penat, baik orang tua maupun anak-anak dari kesibukan sehari-hari. Apalagi di usia anak yang menginjak masa pertumbuhan, kegiatan fisik yang dilakukan di luar rumah dinilai lebih efektif untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak. Misalnya, mengajak anak ke pantai, gunung, atau tempat terbuka lainnya. Terlepas ke manapun kamu membawa anak berlibur, ketakutan akan kulit terbakar sinar matahari akan selalu menghantui.

 

Apalagi kulit anak-anak yang cenderung sensitif terhadap paparan sinar UVA dan UVB, menjadikannya lebih mudah terbakar. Anak usia 2-10 tahun memiliki jaringan kulit yang tipis sehingga faktor eksternal seperti debu, polusi, dan paparan sinar matahari dapat dengan mudah menyebabkan iritasi ringan. 

 

Tidak jarang bintik kemerahan dan gatal-gatal akibat iritasi sering muncul setelah beberapa jam di bawah sinar matahari. Tentu saja hal ini menjadikan liburan anak kurang nyaman dan membuat orang tua khawatir.

 

Sebaiknya, hindari untuk memberikan anak kompres seperti es batu, lotion, atau pasta gigi. Kemerahan, perih dan gatal adalah gejala yang paling sering muncul saat kulit anak yang sedang iritasi akibat terbakar oleh sinar matahari, apalagi jika lupa mengaplikasikan sunblock pada tubuh si kecil. 

 

Kulit yang cenderung tipis menjadi lebih sensitif ketika bersinggungan langsung dengan sinar matahari. Tapi jangan khawatir, kamu hanya perlu lakukan hal ini untuk mengurangi efek sunburn pada kulit anak.

 

Atasi Iritasi Ringan Akibat Sunburn dengan Cara Alami

 

Saat kulit mengalami iritasi ringan karena terbakar oleh sinar matahari, ada baiknya kamu mengatasinya sesegera mungkin. Beberapa bahan-bahan alami ini dapat kamu temukan di sekitarmu dan bahan ini dengan mudah dapat membantu meredakan iritasi ringan pada kulit anak yang terbakar sinar matahari. Berikut adalah beberapa cara untuk meredakan iritasi ringan pada kulit anak yang terbakar oleh sinar matahari.

 

1. Ganti Pakaian Anak Dengan Bahan yang Lebih Dingin dan Longgar

 

Jangan berikan anak pakaian yang ketat karena gesekan antara kain dan kulit akan memperparah iritasinya. Gunakan pakaian dengan bahan yang dingin seperti katun atau silk. Ganti pakaian secara berkala jika anak banyak bergerak dan berkeringat

 

2. Kompres Kulit yang Terkena Iritasi

 

Dilansir dari Health Life, kamu bisa menggunakan air sebagai kompres dingin. Gunakan kain handuk atau kain berbahan lembut lainnya yang telah dicelupkan ke dalam air bersuhu normal untuk mengompres bagian kulit yang terkena iritasi. Jika permukaan kulit lebih lebar, kamu dapat mengalirkan air secara langsung ke permukaan kulit. Hindari penggunaan es batu secara langsung karena dapat memperparah kondisi iritasi tersebut.

 

3. Kompres Menggunakan Bahan Alami Lain seperti Aloe Vera atau Chamomile Tea

 

Aloe vera dikenal sebagai bahan alami yang memberikan efek soothing atau menenangkan pada kulit yang mengalami iritasi ringan, dengan mematahkan dan mengambil isi gel lidah buaya lalu mengoleskannya ke kulit secara berkala dapat membantu meredakan iritasi tersebut. Tentu saja kamu harus mencuci lidah buaya sterlebih dahulu hingga bersih sebelum digunakan ya. Selain itu, kamu bisa menggunakan chamomile tea yang telah diseduh dan didinginkan, lalu ambil secukupnya untuk membasahi kain dan kompreskan pada area yang terbakar.

 

4. Hidrasi Kulit Dari Dalam

 

Minum banyak air putih secara rutin dapat membantu menjaga kulit kamu terhidrasi dengan baik. Usahakan untuk selalu minum air putih yang cukup setiap harinya saat masa pemulihan kulit yang terbakar. Tubuh yang terhidrasi cukup dapat membantu regenerasi sel kulit lebih cepat, secara tidak langsung ini juga berangsur membantu meredakan iritasi. 

 

5. Jika Efek Perih atau Gatal Masih Berlanjut, Segera Konsultasikan pada Dokter

 

Dalam kasus khusus, jika bagian kulit yang terbakar matahari sudah terlalu parah maka kasus ini harus ditangani oleh profesional atau dibantu dengan pengonsumsian obat minum. Pemberian obat ini tentunya harus berdasarkan anjuran dokter. Jika iritasi tidak kunjung mereda, ada baiknya untuk membawa anak ke klinik atau profesional.

 

6. Oleskan Pelembap untuk Anak

 

Salah satu efek samping setelah iritasi akibat sunburn adalah terjadinya pengelupasan kulit. Untuk meredakan efek rasa sakit dan mencegah adanya pengelupasan ada baiknya memberikan anak lotion atau pelembap untuk menjaga kelembapan pada kulitnya.

 

7. Hindari Terpapar Sinar Matahari Langsung

 

Untuk sementara waktu, usahakan untuk tidak beraktivitas di bawah matahari secara langsung. Namun jika harus melakukan aktivitas di luar rumah, disarankan untuk menggunakan sun protect yang cocok untuk anak-anak. 

 

Meskipun anak-anak cenderung tetap aktif dan tidak mengenal waktu walaupun kulit mereka sedang iritasi karena paparan matahari, melindunginya dengan sunblock tubuh adalah hal terbaik yang dapat dilakukan. 

 

Seringkali orang tua tidak bisa mencegah anak untuk bermain di luar, namun kita bisa mengantisipasi kulit sensitifnya dari iritasi dengan mengaplikasikan sun protector. Tidak jarang, orang tua masih menganggap sunblock untuk anak bukanlah hal esensial. Tidak hanya orang dewasa, nyatanya anak-anak juga membutuhkan perlindungan dari sinar matahari UVA dan UVB.

 

Beberapa orang tua mungkin masih bertanya-tanya apakah sunblock dapat digunakan bagi kulit tubuh anak, apalagi dengan kondisi yang sensitif dan iritasi. Selama sunblock atau sun protect ini tidak mengandung bahan yang hipoalergenik dan tanpa bahan parfum maka produk ini cocok untuk digunakan pada anak-anak. Selain itu, hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih sunblock yang tepat untuk anak adalah mengetahui ingredients di dalamnya.

 

Perhatikan Hal Ini Dalam Memilih Sunblock Untuk Anak

Dalam memilih sunblock untuk anak, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Tidak hanya dari segi bahan atau kandungan di dalamnya, faktor luar seperti lamanya aktivitas anak di bawah sinar matahari, potensi kontak langsung dengan air, atau kadar keringat pada tubuh anak juga mempengaruhi dalam pemilihan sunblock yang digunakan. Berikut beberapa faktor yang harus kamu perhatikan saat memilih sunblock untuk anak.

 

1. Pilih Sunblock dengan SPF diatas 15

 

Memilih SPF sendiri dapat disesuaikan dengan aktivitas anak ketika di luar rumah. Jika anak memiliki hyperactivity maka penggunaan sunblock dengan kadar SPF50 sangat disarankan karena dapat melindungi kulit hingga 98% dari sinar UVA dan UVB selama 500 menit.

 

2. Hindari Sunblock yang Mengandung Bahan Parfum

 

Jaringan kulit yang tipis dan rentan terkena iritasi pada anak-anak tidak disarankan menggunakan kosmetik apapun dengan tambahan parfum di dalamnya. Jikapun anak terbukti tidak mempunyai alergi pada parfum, sun protector dengan parfum akan cenderung meninggalkan residu di dalam pori-pori kulit.

 

3. Pilih Sunblock yang Mudah Diaplikasikan

 

Sebagai orang tua, tentu kamu tidak bisa mencegah anak-anak yang sedang aktif bermain untuk mengurangi aktivitasnya. Apalagi untuk membuatnya berhenti sebentar untuk mengaplikasikan sunblock. Oleh karenanya sunblock berbentuk spray atau stick akan lebih mudah untuk diaplikasikan kepada anak-anak.

 

4. Pastikan Sunblock Anak Kamu Tahan Air

 

Aktivitas anak-anak yang cenderung tinggi dan tidak dapat dibatasi hanya di tempat kering saja. Seringkali anak-anak tertarik untuk bermain air, atau keringat yang bercucuran di tengah kegiatan mereka juga bisa melunturkan sunblock yang telah diaplikasikan. Oleh karenanya memilih sunblock waterproof sangat disarankan untuk menghindari terjadinya kulit terbakar dikarenakan sunblock yang luntur.

 

Pentingnya sunblock untuk anak-anak seringkali disepelekan oleh orang tua. Terkadang masih banyak yang berpikir bahwa anak kecil tidak perlu menggunakan sunblock karena kulit anak-anak cenderung masih sensitif terhadap penggunaan kosmetik tertentu. 

 

Dilansir dari Archives of Dermatological Research, kulit anak memiliki lapisan stratum korneum (lapisan luar) yang lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Oleh karenanya, paparan sinar matahari mampu membuat kulit anak mudah iritasi, apalagi jika anak terlalu lama ada di bawah paparan sinar matahari.

 

Sunblock tidak hanya bekerja untuk melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB. Untuk jangka panjangnya, sun protector ini juga memiliki fungsi lain. Oleh karenanya, perlindungan dari sinar matahari sudah seharusnya dilakukan sejak dini secara teratur setiap hari, terutama jika kamu dan anak kamu kerap beraktivitas di luar rumah. 

 

Banyak orang yang menyepelekan sunblock ketika hendak beraktifitas keluar rumah. Terkadang kita lupa akibat-akibat yang bisa ditimbulkan dalam jangka panjang ketika tidak memakai sunblock. 

 

Ini Akibatnya Jika Kamu Melewatkan Menggunakan Sunblock

 

Pada dasarnya sinar UVB cenderung memiliki efek negatif dengan membakar permukaan kulit hingga menyebabkan iritasi dan inflamasi. Namun sinar UVA memiliki efek negatif yang lebih besar, khususnya dalam jangka panjang seperti berikut ini.

 

1. Sinar UVA Meningkatkan Resiko Kanker Kulit

 

UVA pada sinar matahari cenderung merasuk ke dalam pori-pori kulit lebih dalam. Hal ini tidak hanya menyebabkan terbakarnya kulit secara berangsur, namun juga menyebabkan kerusakan pada sel-sel kulit jika terus-menerus terpapar. Jika dalam jangka waktu yang lama, sinar UVA bisa meningkatkan resiko Kanker Kulit. Menurut Skin Cancer Foundation, mengaplikasikan SPF minimal 15 setiap harinya menjelang aktivitas luar rumah dapat mengurangi resiko terkena kanker kulit.

 

2. Peradangan dan Kemerahan

 

Hal pertama yang dapat terlihat dengan kasat mata apabila terpapar sinar matahari terlalu lama adalah munculnya kemerahan pada kulit. Jika kondisi kemerahan pada kulit ini dibiarkan lebih lama maka akan menyebabkan kulit mengalami iritasi dan kulit akan mengelupas. Kulit yang meradang atau mengelupas juga rentan terpapar bakteri lain sehingga beresiko menimbulkan infeksi.

 

3. Menimbulkan Keriput dan Garis Halus

 

Salah satu efek yang ditimbulkan apabila terpapar sinar UVA dalam jangka waktu panjang adalah timbulnya garis halus dan kerutan. Meskipun hal ini akan terasa ketika kita menginjak usia 30 tahun ke atas, namun pencegahan penuaan sejak dini sangatlah penting karena regenerasi kulit ketika memasuki usia kepala tiga akan semakin sulit.

 

4. Resiko Hiperpigmentasi

 

Hiperpigmentasi umumnya dialami oleh orang dewasa di Indonesia pada usia 40 tahun ke atas. Namun tidak jarang juga hiperpigmentasi atau bintik-bintik hitam di wajah mulai muncul ketika usia menginjak dewasa. Oleh karenanya, pemakaian sunblock sejak kecil dapat membantu meminimalisir timbulnya hiperpigmentasi pada kulit terutama wajah.

 

Di pasaran mungkin telah beredar banyak sunblock untuk anak dengan berbagai macam bahan dan tipe. Salah satu rekomendasi sunblock yang cocok digunakan untuk anak-anak adalah dengan penggunaan produk Nivea Sun Kids dengan kandungan SPF 21 hinggal SPF 50 yang bisa melindungi kulit anak terhadap efek buruk dari sinar matahari dan terbakar sinar matahari.

 

Nivea Sun Kids secara efektif melindungi kulit anak dari bahaya paparan sinar UVA dan UVB baik didalam rumah atau saat aktivitas di luar rumah. Formulanya yang didesain khusus untuk anak-anak dapat melembapkan kulit  sehingga membantu meminimalisir terjadinya resiko iritasi ringan dan alergi akibat paparan sinar matahari.

 

Selain itu kandungan Vitamin E di dalam Nivea Sun Kids ini juga dapat bekerja sebagai penangkal radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dan polusi. Tekstur dari Nivea Sun Kids Lotion maupun Nivea Sun Kids Spray ini memiliki formula yang mudah meresap dan tahan air. Sehingga tidak akan terasa lengket dan tidak mudah luntur oleh air maupun keringat walaupun anak aktif beraktivitas seharian di bawah terik matahari,.

 

Walau tidak sedang berlibur, kamu juga bisa mengaplikasikan Nivea Sun Kids ini setiap hari pada anak sebelum mereka beraktivitas ke luar rumah. Namun tetap perhatikan durasi anak ketika di bawah sinar matahari yaa… Berada di bawah sinar matahari terlalu lama meskipun sudah memakai sunblock tetap tidak dianjurkan bagi kulit sensitif mereka. Jika diperlukan, aplikasikan ulang sunblock setiap beberapa jam sekali untuk melindungi kulit mereka dari resiko kulit terbakar sinar matahari.